Sejarah

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan bentuk pendidikan prasekolah yang diselenggarakan sebelum  jenjang  pendidikan dasar  (Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003). Sebagai lembaga pendidikan prasekolah, PAUD terdiri atas Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), Taman Penitipan Anak (TPA), kelompok bermain (KB), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD mempunyai fungsi untuk mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku tertentu, agar anak-anak dapat menyesuaikan diri dengan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah dasar kelak.

Meningkatnya kesadaran orang tua dan masyarakat akan pentingnya PAUD atau pendidikan prasekolah sebagai suatu lembaga untuk mempersiapkan anak memasuki sekolah dasar, mendorong mereka untuk membangun TK/RA, kelompok bermain, dan kelompok-kelompok sejenis lainnya, tidak hanya di kota-kota, tetapi juga di berbagai daerah pedesaan.

Maraknya pembentukan lembaga PAUD belum ditunjang dengan penyediaan tenaga-tenaga guru/pendamping PAUD (TK, RA, Kelompok bermain, TPA, dan kelompok sederajat) yang berkualitas dan profesional. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar guru/pendamping PAUD memiliki latar belakang pendidikan SMTA non guru, dan bahkan ada yang berpendidikan SMTP. Kondisi dan kualifkasi guru/pendamping PAUD yang belum memenuhi standar profesional itu disebabkan oleh kurangnya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang secara khusus mempersiapkan dan menghasilkan tenaga-tenaga guru/pendamping PAUD yang berkualitas. Pada hal kebutuhan akan tenaga guru/pendamping PAUD saat ini dirasakan sangat urgen dan perlu disikapi secara sungguh-sungguh.

Berkaitan dengan kualifikasi guru, Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 8 mengisyaratkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sedangkan mengenai kualifikasi akademik, dalam pasal 9 ditetapkan bahwa kualifikasi akademik guru diperoleh melalui pendidikan tinggi program Sarjana atau program Diploma empat.

Berdasarkan realitas penyelenggaraan PAUD di Indonesia, dan acuan normatif sebagaimana ditegaskan dalam UU RI. No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,  maka perlu diselenggarakan program S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). Untuk itu Direktorat Ketenagaan Dirjen Pendidikan Tinggi telah menerbitkan Naskah Akademik PGPAUD dan Rambu-rambu Penyelenggaraan Program S1 PGPAUD tahun 2007.

FKIP Universitas Nusa Cendana sebagai sebuah LPTK telah meyelenggarakan program S1 PGPAUD sejak tahun akademik 2006/2007, dan telah mendapatkan ijin operasional dari Dirjen Dikti melalui Surat  Nomor 1635/D/T/2008 tertanggal 19 Mei 2008 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Studi PGPAUD (S1) pada Universitas Nusa Cendana. Pada tahun 2013 KEMENRISTEK DIKTI memberikan surat izin Perpanjangan Izin Program Studi PGPAUD Jenjang S1 Undana No. 15335/K-N/2013.

Program studi PGPAUD Universitas Nusa Cendana pertama kali menyelenggarakan kegiatan akreditasi pada tahun 2013 Peringkat nilai yang diproleh adalah C dengan no sk BANPT No 157/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/VII/2013. Setiap tahun program studi senantiasa melakukan pembenahan baik dari segi kualitas maupun segi kuantitas. Program studi PGPAUD bersama para dosen senantia meningkatkan kegiatan tridarma sebagai tugas pokok. Kegiatan pembelajaran pada program studi PGPAUD senantiasa mengikuti perkembangan dan kebutuhan setakeholders. Program studi selalu menyesuaikan perkembangan-perkembangan agar mampu bersaing secara global. Pada tahun 2017 Program studi PGPAUD melaksanakan kegiatan akreditas prodi yang ke 2. Penyelenggaraan kegiatan akreditasi berjalan dengan baik, dan prodi PGPAUD mengalami peningkatan mendapatkan predikat B dari BANPT No: 566/SK/BAN-PT/Akred/S1/II/2018.

Pada tahun 2019 program studi PGPAUD mengalami perkembangan yang signifikan. PGPAUD memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Jumlah dosen Tetap sesuai dengan prodi PGPAUD pada tahun sekarang jumlah 11 orang. Lebih lanjut prodi PGPAUD memiliki dosen tetap di luar bidang Prodi PGPAUD berjumlah 10 orang. Dengan demikian jumlah keseluruhan dosen pada program studi PGPAUD adalah 21 orang. Lebih lanjut Prodi PGPAUD memiliki 1 orang guru besar (Profesor) dan 4 orang Doktor dan selebihnya masih berkualifikasi S2.